JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Sebuah pesawat jenis ATR 400 dengan rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat milik Indonesia Air Transport hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros.
Dalam perjalanannya menuju Makassar pesawat ATR 400 membawa 10 penumpang. Terdiri dari 7 kru dan 3 orang penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman Laisa membeberkan kronologi hilangnya kontak pesawat dengan register PK-THT. Disebutkan jika pesawat tersebut bertolak dari Bandara Adi Sucipto menuju Bandara Sultan Hasanuddin.
Selanjutnya, pada pukul 11.23 WIB atau 12.23 WITA Air Traffic Control (ATC) Makassar mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.
Dalam proses pendekatan, kata Lukman, pesawat terindikasi tidak berada pada jalur pendekatan. Sehingga ATC menginstruksikan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
“ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan, agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Sayang saat arahan terakhir disampaikan komunikasi dengan kru pesawat terputus,” jelas Lukman dalam keterangan persnya Sabtu (17/1/2026).
Lukman menambahkan,dalam situasi tersebut ATC merespon dengan mendeklarasikan fase darurat Detresfa atau Distress Phase sesuai ketentuan.
Selain itu Lukman menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif. Melalui Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, AirNav, Basarnas, operator penerbangan dan TNI Angkatan Udara.
“Hal itu dilakukan guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan secara optimal,” pungkasnya.**








