Menu

Mode Gelap

Nasional

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dukung Menkeu Kontrol Belanja Pemerintah

badge-check


					Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie O.F.P dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan yang diselenggarakan pada Kamis (27/11/2025) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Foto : Alma/Andri) Perbesar

Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie O.F.P dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan yang diselenggarakan pada Kamis (27/11/2025) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Foto : Alma/Andri)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie O.F.P menyoroti rendahnya persentase laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha pada tahun 2025. 

Hal itu ia disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan yang diselenggarakan pada Kamis (27/11/2025) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Dolfie menilai capaian pertumbuhan berbagai sektor, khususnya yang banyak menyerap lapangan pekerjaan itu masih jauh dari proyeksi target pemerintah.

Yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Yang on the track dan itu baru satu sektor yaitu pertanian, bagaimana dengan sektor-sektor yang lain? Belum terlihat dan kita juga enggak tahu apa kebijakan pemerintah,” ungkap Dolfie dolansir dari laman Parmentaria Kamis (27/11/2025).

Untuk diketahui Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan PDB dalam RPJMN 2025-2029 secara bertahap, dengan proyeksi awal berkisar antara 5,6% hingga 6,1% dan target akhir sebesar 8% pada tahun 2029.

Terkait hal tersebut, Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat terdorong jika setiap Kementerian Lembaga yang bertanggung jawab pada setiap sektor lapangan usaha tersebut tidak mampu menghasilkan kebijakan dengan nilai tambah ekonomi.

“Sektor-sektor Ini 75% ada pengampunya di Kementerian Lembaga, kalau kementerian-kementerian ini hanya membelanjakan APBN saja ya enggak akan mendorong pertumbuhan ekonomi”

Oleh sebab itu, ia mendukung Menteri Keuangan agar dapat mendorong pertumbuhan pada berbagai sektor lapangan usaha. Hal ini mengingat Kementerian Keuangan sudah diberikan kuasa oleh Presiden untuk menentukan kebijakan fiskal termasuk Logical Framework dari program-program Kementerian lembaga.

“Maksud saya sektor-sektor Kementerian lain didorong pak menteri untuk ada kebijakan-kebijakan yang bisa menghasilkan nilai tambah, kalau tidak dan hanya konsumsi terus ya (pertumbuhan ekonomi) segitu terus,” katanya

Menanggapi hal tersebut, Purbaya sendiri berkelakar bahwa banyak pihak yang “ribut” saat sebelumnya ia pernah melakukan hal tersebut.  “Tapi kan waktu saya begitu banyak yang ribut,” ujarnya.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Harlah ke-100 NU Sukses Dihadiri Ribuan Warga Nahdliyin

1 Februari 2026 - 15:27 WIB

Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Amerika, MUI Sebut Langgar Konstitusi dan Praktik “Neokolonialisme” Gaya Baru

1 Februari 2026 - 15:21 WIB

Hasil Sidang Pleno Rais Aam, Putuskan Gus Yahya Tetap Ketua Umum PBNU

30 Januari 2026 - 22:33 WIB

Dirut BEI Mundur Akibat Gejolak IHSG, Begini Tanggapan Legislator PKB Hasanuddin Wahid

30 Januari 2026 - 16:58 WIB

Trending di Nasional