Bukan Hanya Bantuan, Pemkot Tangsel Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan

Bukan Hanya Bantuan, Pemkot Tangsel Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan

- Author

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, JEJAKNARASI.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai intervensi yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan memperkuat basis data, memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan, serta membuka peluang masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penanganan kemiskinan perlu dilakukan secara menyeluruh. Bantuan sosial tetap menjadi bagian dari perlindungan masyarakat, namun perlu diiringi dengan upaya yang dapat meningkatkan kemampuan dan penghasilan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain bantuan sosial kita juga akan tingkatkan melalui pelatihan kerja, bukan hanya modal tapi bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin, supaya mereka bekerja di ekonomi kreatif,” ujar Benyamin, Selasa (29/9/2026).

Pemberdayaan ekonomi juga dilakukan melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemkot Tangsel memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar tidak hanya memiliki produk, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Pelatihan UMKM menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Materi yang diberikan dapat mencakup pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Penguatan pemberdayaan juga dilakukan melalui peningkatan keterampilan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan produksi konten digital bagi pemuda di tingkat kelurahan, yang diarahkan agar keterampilan digital dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat intervensi berbasis data agar program yang diberikan sesuai dengan kondisi masyarakat. Melalui Datara (Data Rakyat Tangerang Selatan), data sosial ekonomi terintegrasi dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berbagai program pembangunan.

Baca Juga :  Harga Daging Meroket di Pasar Ciputat, Pedagang Mengeluh Ditinggal Pembeli

Pemenuhan kebutuhan dasar juga menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH), Pemkot Tangsel memberikan dukungan kepada masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Program ini dilakukan berdasarkan pengajuan, skala prioritas, serta kelayakan kondisi rumah.

Pemenuhan kebutuhan dasar juga dilakukan melalui penataan lingkungan permukiman. Pemkot Tangsel terus melakukan penanganan kawasan kumuh melalui peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, seperti jalan, saluran air, sanitasi, penerangan, serta ruang lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat. Penataan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman.

Sementara di bidang kesehatan, penguatan Pos Gizi menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Intervensi tidak hanya berupa pemberian makanan bergizi, tetapi juga edukasi dan pendampingan.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pendampingan menjadi bagian penting agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” jelas Pilar.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan dilakukan melalui pendekatan lintas sektor. Bantuan tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun pada saat yang sama pemerintah mendorong peningkatan kapasitas, akses terhadap layanan dasar, serta peluang ekonomi.

Berita Terkait

LHP BPK 2025 Tangsel Soroti Aset Bapenda, 74 Peralatan Sudah Raib atau Kembali?
Pengadaan Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Tangsel 2024 Masih Jadi PR LHP BPK 2025, Tindak Lanjut dan Akuntabilitas Pemkot Dipertanyakan
Binus School Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli Kesehatan Mental
Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat
Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026
Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Tangsel Bagikan 1.000 Masker di Jalan BSD
Pastikan Bangunan Aman dan Laik Huni, DCKTR Tangsel Gencar Sosialisasikan SLF
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 06:53 WIB

Bukan Hanya Bantuan, Pemkot Tangsel Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:01 WIB

LHP BPK 2025 Tangsel Soroti Aset Bapenda, 74 Peralatan Sudah Raib atau Kembali?

Sabtu, 26 September 2026 - 22:50 WIB

Pengadaan Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Tangsel 2024 Masih Jadi PR LHP BPK 2025, Tindak Lanjut dan Akuntabilitas Pemkot Dipertanyakan

Rabu, 23 September 2026 - 17:35 WIB

Binus School Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli Kesehatan Mental

Rabu, 16 September 2026 - 17:28 WIB

Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Biaya Hidup Rp3 Juta Sebulan, Apa Masih Bisa Nabung?

Rabu, 30 Sep 2026 - 06:01 WIB