Menu

Mode Gelap

Jakarta

STIAMI-Kowantara Gandeng Bank Jakarta Syariah, Akses KUR UMKM Semakin Luas

badge-check


					STIAMI-Kowantara Gandeng Bank Jakarta Syariah, Akses KUR UMKM Semakin Luas Perbesar

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Institut STIAMI menjalin sinergi strategis dengan Komunitas Warung Nusantara (Kowantara) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Jakarta Syariah.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (14/2/2026), bertempat di Kantor Pusat Bank Jakarta, Gedung Prasada Sasana Karya lantai 8 Jl. Suryopranoto, Jakarta Pusat.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha seperti warung tegal (warteg) untuk naik kelas, khususnya melalui penguatan literasi keuangan syariah, peningkatan kapasitas manajerial, serta kemudahan akses pembiayaan atau permodalan yang sesuai prinsip syariah.

Dalam sambutannya, Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Warteg adalah denyut ekonomi rakyat yang nyata. Melalui kolaborasi ini, Institut STIAMI berkomitmen mendampingi pelaku warteg agar tidak hanya bertahan, tetapi berkembang secara berkelanjutan dengan tata kelola usaha yang lebih profesional, Institut STIAMI juga akan memberikan kemudahan serta potongan biaya untuk akses pendidikan tinggi bagi para pengusaha warteg ataupun keluarganya yang ingin melanjutkan kuliah. Institut STIAMI juga sedang menggagas Kampus Rakyat yang diselenggarakan di pasar-pasar sebagai dukungan asa cita presiden Prabowo” ujarnya.

Ketua Kowantara, Ir Mukroni, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama ini banyak pelaku warteg memiliki potensi besar, namun terkendala akses permodalan dan pemahaman pengelolaan usaha.

“Sinergi dengan dunia akademik dan perbankan syariah ini menjadi angin segar bagi anggota Kowantara. Kami berharap warteg tidak lagi dipandang sebagai usaha tradisional semata, tetapi sebagai UMKM yang kuat dan modern,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Bank Jakarta Syariah, Dedy Akhmadi, menjelaskan bahwa program KUR Syariah dirancang untuk memberikan pembiayaan yang inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan prinsip keadilan.

“Kami mendorong pelaku warteg untuk memanfaatkan KUR Syariah sebagai solusi pembiayaan yang aman dan berkelanjutan. Melalui pendampingan dari Institut STIAMI dan Kowantara, kami optimistis penyaluran KUR dapat lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, ketiga pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam bidang pendidikan, pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta fasilitasi akses pembiayaan syariah bagi anggota Kowantara.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM warteg yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi, komunitas usaha, dan perbankan syariah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong UMKM Indonesia menuju transformasi yang lebih maju. **

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Sambut Baik Dendy Jadi Ketua GMNI DKI Jakarta, Gus Fakhier : Dia Seorang Pejuang 

14 Februari 2026 - 13:03 WIB

ATR/BPN Serahkan Ribuan Sertifikat Milik Pemprov DKI Jakarta

13 Februari 2026 - 19:57 WIB

Perluas Peran Pemuda Soal Ketahanan Iklim, GenB Bersama Russian House Gelar BRICS Green Transformation Dialogue 2026.

13 Februari 2026 - 13:20 WIB

Pastikan Stabilitas Harga dan Stok Pangan Jelang Ramadan, Wali Kota Jakpus Sidak Pasar Johar Baru

12 Februari 2026 - 11:50 WIB

Trending di Jakarta