JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban,dari lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari total 11 kantong jenazah yang diterima Tim Disaster Victim Identification (DVI),sebanyak 10 korban berhasil diidentifikasi.
Tujuh diantaranya merupakan kru pesawat dan tiga lainnya penumpang. Sementara satu kantong jenazah berisi bagian tubuh berupa tulang dipastikan merupakan bagian dari salah satu korban yang telah teridentifikasi.
Kabar tersebut disampaikan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan kepada wartawan dalam konferensi pers perkembangan penanganan dan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Gabungan secara menyeluruh dan ilmiah.
“Tim DVI yang terdiri dari Biddokkes Polda Sulsel, didukung Pusdokkes Polri, Inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat,” ujar Djuhandani dikutip Senin (26/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel mewakili Kapolri menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisinya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup Kapolda.
Di Tempat yang sama, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris mengungkapkan, secara rinci hasil identifikasi terhadap tujuh korban yang diterima pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menyebut, Tim DVI Gabungan yang terdiri dari, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Tim Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS).
“Kami telah menerima 7 (tujuh) kantong jenazah dan langsung dilakukan proses identifikasi,” ujar dr Haris.
Berikut daftar korban yang sudah teridentifikasi ;
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan nomor AM 008, teridentifikasi sebagai Yoga Noval Prakoso, beralamat di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62 B.03 (body part) cocok dengan nomor AM 003, teridentifikasi sebagai Hariadi, beralamat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.07 cocok dengan nomor AM 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan, beralamat di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.08 cocok dengan nomor AM 007, teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, beralamat di Desa Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 60 B.09 cocok dengan nomor AM 005, teridentifikasi sebagai Dwi Murdiono, beralamat di Jalan Prajasa, Puri Indrakila, Bogor, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.10A, PM 62 B.10B (body part), dan PM 62 B.05 (properti) cocok dengan nomor AM 009, teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi, beralamat di Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.
- Kantong jenazah nomor PM 62 B.11 cocok dengan nomor AM 010, teridentifikasi sebagai Andi Dhananto, beralamat di Perumahan Tigaraksa, Desa Marga, Kabupaten Tangerang, Banten, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.**








