Menu

Mode Gelap

Nasional

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Soroti Kemenkes Soal Lambatnya Revitalisasi RSUD Raja Ampat

badge-check


					Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Soroti Kemenkes Soal Lambatnya Revitalisasi RSUD Raja Ampat Perbesar

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Lambatnya Penyelesaian Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat yang rencananya akan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit kelas C melalui program Kementerian, Kesehatan mendapat sorotan dari anggota komisi IX DPR RI Irma Suryani.

Ia menilai lambannya revitalisasi tersebut, akan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Politisi dari Fraksi Partai Nasdem itu menambahkan, Komisi IX DPR RI telah meninjau langsung kondisi rumah sakit tersebut pada masa reses sebelumnya. Dari hasil kunjungan itu,masih banyak persoalan serius dalam proses pembangunan yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan.

 “Pada masa reses kemarin kita sudah bicara soal rumah sakit yang di Raja Ampat. Walaupun sampai hari ini progresnya sudah 80,2 persen, tapi menurut saya masih perlu adanya pendampingan terkait pembangunan dan penyelesaian rumah sakit ini,” ujar Irma dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip  Senin, (19/01/2026).

 Menurutnya, pendampingan dari Kementerian Kesehatan menjadi krusial agar proyek strategis di daerah tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Ia mengingatkan agar kasus serupa yang pernah terjadi di daerah lain tidak kembali terulang.

 “Karena jangan sampai nanti side efek atau efek negatifnya sama dengan yang kejadian di Kolaka (Sulawesi Tenggara). Ini perlu menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan. Sekali lagi, jangan lalai untuk melakukan pendampingan ke daerah terkait dengan pembangunan rumah sakit,” tegasnya.

 Irma juga mengungkapkan keterkejutannya saat melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menilai ketidakteraturan dalam pembangunan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan pendampingan, baik dari pemerintah daerah maupun Kementerian Kesehatan.

 “Kita kemarin ke sana dan kaget melihat kondisi yang berantakan seperti itu, kaget saja gitu, kok bisa gitu ya. Pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatannya menurut kami lalai,” katanya.

 Ia menegaskan bahwa keterlambatan dan ketidaksiapan pembangunan rumah sakit tidak boleh kembali terjadi, mengingat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil seperti Raja Ampat sangat mendesak.

 “Ini nggak boleh terjadi lagi nih Pak. Perlu pendampingan secara komprehensif dari Kementerian Kesehatan terkait dengan pembangunan-pembangunan rumah sakit di daerah,” pungkasnya.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

19 Januari 2026 - 22:44 WIB

Satu Korban Pesawat ATR 400 Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

18 Januari 2026 - 17:54 WIB

Pesawat ATR 400 Berhasil Ditemukan, Simak Proses Penemuannya

18 Januari 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Temukan Puing Pesawat di Gunung Bulusaraung, Diduga Serpihan ATR 400

17 Januari 2026 - 23:52 WIB

Trending di Nasional