JEJAKNARASI.ID, JABAR – Namanya Ruyati, kerabat maupun tetangganya memanggil Bu Yati. Namanya setahun belakangan menjadi perhatian publik, lantaran kehidupannya yang memprihatinkan.
Perempuan setengah baya ini sejak bulan Juni 2025 lalu, harus rela tinggal di rumah yang tidak beratap dan hanya langit biru yang menghiasi.
Bu Yati yang berdomisili di Dusun Puhun RT 013, Desa Ancaran, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hingga kini masih harus bertahan ditengah panas dan hujan dalam menjalani kehidupannya.
Tidak berhenti disitu. Bu Yati juga harus melawan penyakit stroke yang dideritanya sejak tahun 2021. Apalagi ketika malam saat turun hujan, perjuangannya semakin pilu dirasakan.
Dengan kondisi yang tidak sehat dan tertatih-tatih saat berjalan, Bu Yati harus mencari tempat yang aman agar tidak kehujanan.
Walaupun demikian, Bu Yati tetap tabah dan sabar menghadapi ini semua. Dia sadar keterbatasan ekonomi yang belum mampu untuk memperbaiki tempatnya berteduh.
Saat itu, Ia pun berharap dapat kembali tinggal di rumah yang layak, aman, dan nyaman, sebagaimana warga lainnya.
Kegigihan dan ketabahan membuat banyak pihak terenyuh, terlebih lagi kabar keprihatinannya viral di berbagai media sosial.
Berbondong- bondong sumbangan mulai mengalir dari beberapa orang yang peduli akan kehidupan Bu Yati.
Bahkan, pemerintah desa Ancaran langsung bergerak cepat untuk membantu mencari solusi. Dengan mencarikan tempat yang layak untuk Bu Yati.
Bagi Bu Yati sendiri bantuan yang mengalir ini ada secercah harapan untuk melanjutkan kehidupan layak. Tidak lupa ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang peduli terhadap dirinya.
“Terima kasih atas semua bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” ucapnya.**








