Menu

Mode Gelap

Nasional

Soroti Tantangan Petani, Legislator Firman Soebagyo Desak Penguatan Dukungan Pemerintah

badge-check


					Angoota Komisi IV DPR RI Farksi Golkar Firman Soebagyo . (Foto : Fraksi Golar) Perbesar

Angoota Komisi IV DPR RI Farksi Golkar Firman Soebagyo . (Foto : Fraksi Golar)

JEJAKNARASI .ID.JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, kembali menyoroti beratnya tantangan yang masih dihadapi petani Indonesia hingga saat ini.

Politisi senior partai Golkar ini menyatakan bahwa sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan pangan nasional, masih berada dalam tekanan akibat berbagai persoalan klasik yang belum terselesaikan.

“Mulai dari kondisi alam hingga persoalan kesejahteraan, seluruhnya berdampak langsung pada produktivitas para petani,” tuturnya.

Firman menjelaskan bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama yang membuat hasil panen sulit diprediksi.

Ketergantungan pada cuaca ini, menurutnya, menempatkan petani pada situasi rentan karena setiap anomali iklim dapat berujung pada gagal panen. Di sisi lain, akses petani terhadap teknologi pertanian modern juga masih terbatas.

“Meski berbagai inovasi telah tersedia, banyak petani yang belum mampu memanfaatkannya akibat keterbatasan biaya maupun pengetahuan,” ucapnya.

Tantangan lain yang tak kalah berat adalah tingginya biaya produksi. Harga pupuk, benih, dan pestisida yang terus meningkat semakin menekan pendapatan petani, terlebih ketika harga jual hasil panen di pasar justru rendah.

“Ditambah lagi, akses terhadap fasilitas kredit yang seharusnya dapat membantu permodalan usaha tani juga tidak mudah dijangkau oleh sebagian besar petani,” jelasnya.

Untuk itu, Firman menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menilai perlu adanya pendidikan dan pelatihan yang lebih masif kepada petani agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi serta menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien.

“Pendampingan langsung di lapangan juga menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak bekerja sendiri dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tani,” pintanya.

Firman juga mendorong pemerintah untuk memperluas pemberian subsidi dan insentif guna meringankan biaya produksi. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian, mulai dari irigasi, akses jalan, hingga fasilitas penyimpanan, demi menjaga kualitas hasil panen dan memperlancar distribusi.

“Penguatan kelembagaan petani seperti kelompok tani dan koperasi pun dianggap sangat penting agar posisi tawar petani meningkat di tengah dinamika pasar,” paparnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Firman berharap petani Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan dan tantangan sektor pertanian ke depan.

“Bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas bersama demi menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas nasional,” pungkasnya.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Momen Peringatan Hari Persaingan Usaha 2026, KPPU Ajak Pelaku Usaha Perkuat Budaya Persaingan Sehat

6 Maret 2026 - 13:05 WIB

Ini Latar Belakang KPPU Tetapkan 5 Maret sebagai Hari Persaingan Usaha

6 Maret 2026 - 12:58 WIB

Pidato Pertama Mojtaba Khamenei Usai Dilantik: Kami Terus Melangkah Di Jalan Para Syahid

6 Maret 2026 - 00:07 WIB

Puluhan Ribu Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Komisi VIII Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat

4 Maret 2026 - 21:07 WIB

Trending di Nasional