Menu

Mode Gelap

Nasional

Hadiri Workshop Peran Pemuda, KH Maman Imanulhaq Serukan Generasi Z Jadi influencer kerukunan

badge-check


					Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq saat memberikan materi dala gelaran Workshop Peran Pemuda  Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama di Pesantren Ekologi Al-Mizan Wanajaya, . (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq saat memberikan materi dala gelaran Workshop Peran Pemuda Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama di Pesantren Ekologi Al-Mizan Wanajaya, . (Foto : Ist)

JEJAKNRASI.ID. JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, menyerukan agar generasi muda menjadi influencer kerukunan di tengah derasnya arus ujaran kebencian dan polarisasi sosial di dunia digital.

Dalam kegiatan Workshop Peran Pemuda Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama di Pesantren Ekologi Al-Mizan Wanajaya, Kiai Maman menegaskan, peran pemuda saat ini tidak cukup hanya dengan menjadi pengguna media sosial pasif. Mereka harus mengambil peran aktif sebagai pembawa pesan damai dan perekat keberagaman.

“Anak muda zaman sekarang harus jadi influencer kerukunan. Jangan ikut menyebar hoaks, fitnah, atau kebencian yang justru merusak bangsa. Jadikan media sosial sebagai ruang dakwah yang mencerdaskan dan menyejukkan,”
ujar Kiai Maman, yang juga Pengasuh Pesantren Al-Mizan dan tokoh muda Nahdlatul Ulama.

Data Kementerian Agama RI tahun 2024 menunjukkan, meskipun Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional meningkat menjadi 77,8 poin, tingkat penyebaran konten intoleran di media sosial di Jawa Barat melonjak hingga 24% dalam dua tahun terakhir. Situasi ini, menurut Kiai Maman, menjadi tantangan baru bagi gerakan moderasi beragama di kalangan milenial dan Gen Z.

“Kalau dulu dakwah dilakukan lewat mimbar dan majelis taklim, sekarang lewat TikTok, Instagram, dan YouTube. Pemuda harus paham bagaimana berdakwah di ruang digital tanpa kehilangan akhlak dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,”
tambahnya.

Sementara itu, Pendeta Yayan Heriyanti dari Komunitas Kumpparan Majalengka yang turut hadir, mengapresiasi langkah Kiai Maman dalam membangun dialog lintas iman yang terbuka dan setara.

“Kiai Maman memberi teladan nyata bagaimana tokoh agama bisa menjadi jembatan, bukan tembok. Kami di komunitas lintas iman merasa dihargai, diajak bicara, dan didorong untuk bersama-sama menjaga kerukunan,”
ujar Pendeta Yayan Heriyanti.

Acara yang dihadiri dari kalangan pesantren, guru, dan komunitas lintas agama, serta Fahmina Institute ini menghasilkan komitmen bersama untuk memproduksi konten positif, mengedukasi warganet tentang moderasi beragama, serta melawan narasi kebencian di media sosial.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Harlah ke-100 NU Sukses Dihadiri Ribuan Warga Nahdliyin

1 Februari 2026 - 15:27 WIB

Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Amerika, MUI Sebut Langgar Konstitusi dan Praktik “Neokolonialisme” Gaya Baru

1 Februari 2026 - 15:21 WIB

Hasil Sidang Pleno Rais Aam, Putuskan Gus Yahya Tetap Ketua Umum PBNU

30 Januari 2026 - 22:33 WIB

Dirut BEI Mundur Akibat Gejolak IHSG, Begini Tanggapan Legislator PKB Hasanuddin Wahid

30 Januari 2026 - 16:58 WIB

Trending di Nasional