Menu

Mode Gelap

Nasional

Mendagri Tito Tegaskan Dukung Penguatan Regulasi Kopdeskel Merah Putih

badge-check


					Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto : Puspen Kemendagri) Perbesar

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto : Puspen Kemendagri)

JEJAKNRASI.ID .jAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan untuk terus  mendukung penguatan regulasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.  Hal tersebut guna mensukseskan upaya tersebut, Kemendagri tengah menyiapkan rancangan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan agenda Penyelarasan Regulasi Antar-Kementerian/Lembaga di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Secara umum, Tito menjelaskan rancangan Permendagri  akan memuat aturan mengenai dukungan bupati/wali kota terhadap Kopdeskel Merah Putih. Ia menyebut aturan ini disusun dalam rangka memperkuat regulasi lain yang telah ditetapkan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025.

“Sesuai Ayat 4 Pasal 2 PMK Nomor 49 Tahun 2025 disebutkan bahwa] mekanisme persetujuan dari bupati/wali kota dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri,” ujarnya.

Untuk itu, kata Tito rancangan Permendagri dibentuk sebagai pelengkap regulasi. Mantan Kapolri itu juga mendorong adanya kesepahaman bersama antar-Kementerian/Lembaga, serta jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), dalam memaknai regulasi yang memperkuat Kopdeskel Merah Putih. Ia mewanti-wanti agar tidak terjadi ketidakselarasan dalam pemaknaan aturan tersebut karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

“Ini yang mungkin memerlukan kesamaan pendapat nanti dari KPK, Bareskrim, BPKP, dan dari Kejaksaan terutama,” sambung Mendagri.

Senada dengan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, kehadiran para menteri dalam rapat tersebut bertujuan untuk memperoleh kesepahaman bersama terkait regulasi Kopdeskel Merah Putih. Adanya aturan tersebut nantinya akan mendorong percepatan teknis operasional Kopdeskel Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa pembiayaan Kopdeskel Merah Putih tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan berasal dari plafon pinjaman Bank Himbara.

“Nah peraturan lanjutnya itu yang kita bahas barusan adalah rancangan Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang sudah dihadiri oleh Aparat Penegak Hukum. Tentu nanti lebih teknis lagi akan dilanjutkan rapat nanti, sinkronisasi, harmonisasi dengan pemerintahan terkait,” pungkasnya.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Harlah ke-100 NU Sukses Dihadiri Ribuan Warga Nahdliyin

1 Februari 2026 - 15:27 WIB

Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Amerika, MUI Sebut Langgar Konstitusi dan Praktik “Neokolonialisme” Gaya Baru

1 Februari 2026 - 15:21 WIB

Hasil Sidang Pleno Rais Aam, Putuskan Gus Yahya Tetap Ketua Umum PBNU

30 Januari 2026 - 22:33 WIB

Dirut BEI Mundur Akibat Gejolak IHSG, Begini Tanggapan Legislator PKB Hasanuddin Wahid

30 Januari 2026 - 16:58 WIB

Trending di Nasional