JEJAKNARASI.ID, SUKABUMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Trisakti melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui Program Kuliah Umum Mandiri-Ilmu Teknologi Terapan (KUM-ITT).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti ini, dilaksanakan di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Dengan mengusung tema “Optimalisasi dan Pemberdayaan Potensi Lokal Berkelanjutan melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna bagi Masyarakat Desa Berdampak”, Program KUM-ITT ini berlangsung selama 10 hari dan menargetkan berbagai aspek pembangunan desa, seperti lingkungan, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.
Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, di antaranya SDGs-3 (Desa Sehat dan Sejahtera), SDGs-4 (Pendidikan Desa Berkualitas), SDGs-11(Kawasan Permukiman Desa yang Aman dan Nyaman) dan SDGs-12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan).
Salah satu kegiatan unggulan pada program ini adalah penanaman rumput vetiver di lereng-lereng rawan longsor (Kampung Awilega), untuk mencegah erosi tanah dan mendukung konservasi lahan. Mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat, kelompok tani dan perangkat desa untuk melakukan pelatihan dan penanaman langsung.

Mahasiswa KKN melakukan kegiatab penanaman rumput vetiver di lereng-lereng rawan longsor di kampung Awilega. (Foto: Istimewa)
Vetiver dipilih karena akarnya yang dalam mampu memperkuat struktur tanah, mendukung program mitigasi bencana, serta memperbaiki kualitas lingkungan. Penanggungjawab kegiatan ini ialah Dini Nadhilah Siregar, mahasiswi Jurusan Teknik Planologi Universitas Trisakti.
Selain itu, para mahasiswa juga melaksanakan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cijambu, melalui kegiatan interaktif seperti simulasi cuci tangan pakai sabun dan cara menyikat gigi yang benar.
Kegiatan yang bertujuan untuk membangun kebiasaan higienis sejak usia dini ini, merupakan langkah awal pencegahan penyakit dan mendukung tumbuh kembang anak. Penanggung jawab kegiatan ini ialah Joshua Meinhard, mahasiswa Jurusan Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.
Disamping kegiatan unggulan, terdapat juga kegiatan lainnya yang meliputi:
1. Pendidikan keagamaan (Proses Pemandian Jenazah);
2. Lingkungan (Daur Ulang Sampah Gelas Plastik, dan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga);
Koordinator KUM-ITT Desa 2025 pada Kelompok 3, Dr. Ir. Endah Kurniyaningrum, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng., APEC. Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat desa.
“Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan, dengan mengoptimalisasi teknologi tepat guna untuk masyarakat desa berdampak bersama Kelompok 3 yang diketuai oleh Dini Nadhilah Siregar, dengan anggota Johan Christian Sinaga, Muhammad Riziq Babeheer, Pauline Amanda Adidjaja, Verena Aprilyani Antonia, Muhammad Radja Azriel, Joshua Meinhard, Diva Marcelina Wulandari, Auliyaul Kaisa Hakim, Fitria Handayani, Tiara Najwa Tinov, Annisa Aprianti, Nadine Aurellia Shinita, Yasmine Ramadhina Putri” ujar Endah Kurniyaningrum, Jumat (11/07/2025).
Lebih lanjut, Endah Kurnianingrum turut menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, terkhusus kepada LPPM Universitas Trisakti, yang telah membiayai Program KUM-ITT ini.
“Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, terkhusus kepada LPPM Universitas Trisakti yang sudah berkontribusi membiayai kegiatan (Program KUM-ITT) ini,” ucapnya.
Kepala Desa Ginanjar, Iwan Ridwan, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa pada program ini.
“Desa Ginanjar sangat terbantu dengan program ini, yang melibatkan warga secara langsung dan memberikan solusi nyata pada masalah lingkungan dan kesehatan di desa kami,” ucapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan KUM-ITT Desa 2025 ini membuktikan bahwa semangat kerja sama melalui kerja tim dan kepedulian generasi muda dapat menjadi motor penggerak perubahan, menuju desa yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. **










