Menu

Mode Gelap

Tangerang

Kecamatan Karang Tengah Luncurkan Bentor Pengangkut Sampah di 7 Kelurahan

badge-check


					Kecamatan Karang Tengah Luncurkan Bentor Pengangkut Sampah di 7 Kelurahan Perbesar

JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Peluncuran Becak motor (bentor) hasil restorasi mengawali  kegiatan awal tahun di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Jum’at (02/01/2025).

Bentor-bentor yang nampak baru merupakan hasil restorasi atau modifikasi dari becak yang sudah rusak. Hal ini disampaikan oleh Camat Karang Tengah Hendriyanto.

Hendriyanto yang akrab disapa Hendry mengatakan, bentor yang terlihat baru telah melalui proses pemulihan, perbaikan, dan pembaharuan ke kondisi aslinya. Becak motor ini nantinya akan dibagikan ke setiap kelurahan.

 

“Ada 14 unit, setiap kelurahan mendapat 2 unit, supaya merata pembagiannya”, ujar Hendri.

 

Hendry menambahkan, Kecamatan Karang memiliki 7 kelurahan, diantaranya: Kelurahan Karang Mulya, Kelurahan Karang Tengah, Kelurahan Karang Timur, Kelurahan Parung Jaya, Kelurahan Pedurenan, Kelurahan Pondok Bahar dan Kelurahan Pondok Pucung.

“Bentor-bentor yang diluncurkan pada awal tahun 2026 merupakan limpahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang,” katanya lebih lanjut.

 

Bentor-bentor ini nantinya akan difungsikan sebagai alat pengangkut sampah dari warga. Bentor dipilih karena fleksibel dan ekonomis, terutama di daerah perkotaan dengan jalan sempit. Bentor biasanya digunakan untuk jarak dekat.

 

Sebagai informasi, tak kurang dari 14 personal yang akan mengoperasikan bentor-bentor tersebut.

Diketahui, masalah sampah di Kota Tangerang memang cukup serius. Setiap hari, kota ini menghasilkan sekitar 1.022,65 ton sampah, dan jumlah ini bisa meningkat menjadi 3000 ton per hari saat liburan atau hari raya. Sampah rumah tangga menjadi salah satu jenis sampah yang paling dominan.

 

Seolah-olah mengedukasi warganya, Camat Hendry memberi informasi disamping menyediakan alat angkut sampah berupa bentor, Kecamatan Karang Tengah telah berupaya mengatasi sampah dengan beberapa cara, yaitu 3R : Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang).

  • Memilah sampah : memisahkan sampah organik dan anorganik
  • Menggunakan produk ramah lingkungan : mengganti plastik dengan produk yang dapat digunakan kembali.
  • Membuat kompos : mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai : menggunakan tas belanja kain atau botol air yang dapat digunakan kembali dan
  • Memanfaatkan bank sampah : menukarkan sampah dengan uang atau barang lain.

Menurut Hendry, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan ibukota, kecamatan Karang Tengah memegang peran krusial.

“ Masalah kebersihan di daerah penyangga, terutama terkait pengelolaan sampah dan pencemaran sungai, sering kali berdampak langsung pada Jakarta. Sampah dari daerah hulu dapat mengalir ke sistem sungai Jakarta, memperburuk masalah banjir dan pencemaran di ibu kota”, ucapnya.

Kesehatan masyarakat dan lingkungan daerah penyangga memiliki populasi yang sangat padat. Kebersihan yang buruk menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat setempat dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“ Singkatnya, kebersihan daerah penyangga bukan hanya masalah lokal, tetapi merupakan isu regional yang berdampak sistemik pada keberlanjutan dan kenyamanan seluruh kawasan metropolitan Jakarta”, kata Hendry.

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Hadir di Pelantikan HMI Kota Tangerang, Sachrudin Beri Motivasi dan Kenang Masa Muda

1 Februari 2026 - 12:29 WIB

Hadir di HUT RS Melati, Maryono: Perkuat Kolaborasi Rumah Sakit Swasta dan Pemkot

31 Januari 2026 - 00:58 WIB

Wali Kota Sachrudin Tegaskan Komitmen Perkuat Kebijakan Pro Rakyat

30 Januari 2026 - 01:01 WIB

Wali Kota Sachrudin Lantik 61 Pejabat Demi Perkuat Pelayanan Dasar Publik

29 Januari 2026 - 12:49 WIB

Trending di Tangerang