Ini Alasan Anak Lebih Dulu Bisa Panggil Papa Daripada Mama

Ini Alasan Anak Lebih Dulu Bisa Panggil Papa Daripada Mama

- Author

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID – Banyak orang tua khususnya ibu yang kadang sedih maupun heran saat anaknya lebih dulu bisa panggil papa daripada Mama. Padahal realitanya, yang menyusui, yang mengandung dan jagain 24 jam itu ibunya.

Ternyata, ini bukan karena si bayi lebih sayang papanya, tapi ada alasan ilmiah dibalik itu semua.

Dari Segi Fisik dan Bahasa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara fisik dan bahasa, penelitian dalam bidang linguistik mengatakan, kata “papa” atau “dada” lebih mudah diucapkan oleh bayi. Karena huruf “P” dan huruf “D” lebih ringan diucapkan, cukup dengan menutup dan membuka bibir.

Sedangkan untuk penyebutan huruf “M” pada mama membutuhkan kontrol nafas dan otot mulut yang lebih halus. Biasanya muncul belakangan.

Dari Segi Psikologi dan Perkembangan Bayi

Secara psikologi dan perkembangan, penelitian menunjukan bahwa di awal kehidupannya, bayi belum sepenuhnya menyadari bahwa dirinya dan ibunya adalah dua individu yang berbeda.

Baca Juga :  Rekomendasi Jajanan Lupis Betawi di Tangsel, Rasa Enak Harga Merakyat

Itulah kenapa kebanyakan bayi tidak merasa perlu memanggil mama. Karena secara naluri, ia merasa mama selalu ada satu tubuh dengannya.

Sebaliknya, papa dianggap orang luar. Jadi, ketika ia belajar bicara, wajar jika suara pertama yang keluar adalah papa.

Dari Segi Lingkungan

Anak sering mendengar kata “papa” diucapkan berulang kali oleh orang-orang disekitarnya. Ditambah lagi, saat bayi bilang papa, reaksi orang-orang biasanya heboh dan gembira.

Nah, reaksi positif ini memperkuat kebiasaan anak untuk terus mengulang kata itu. Proses yang dikenal dalam ilmu psikologi sebagai positive reinforcement.

Secara emosional, ikatan bayi dan ibunya tetap yang paling kuat. Sejak dalam kandungan, bayi sudah mengenal aroma, suara, dan detak jantung ibunya.

Jadi walau belum bisa panggil “mama”, hatinya sudah terikat sangat dalam sejak awal. ***

 

Sumber: Biyung Kamania

Berita Terkait

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
Demi Manjakan Pengunjung, Starlet Hotel Serpong Hadirkan Inovasi Self Service Terbaru
Jangan Anggap Sepele! Serangan Jantung Kini Rawan Mengintai Gen-Z
Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa Serta Cara Pencegahannya
Merasakan Sakit Perut Saat Hamil, Begini Penyebab dan Solusi Mengatasinya
Nikmati Akhir Pekan Sempurna Dengan Promo “Stay And Dine” Di Vega Hotel Gading Serpong
Seni Memaafkan: Tidak Menghapus Tapi Melepaskan
Playcation Time! Family Staycation Seru di Prime Plaza Hotel Purwakarta
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:05 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:09 WIB

Demi Manjakan Pengunjung, Starlet Hotel Serpong Hadirkan Inovasi Self Service Terbaru

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:00 WIB

Jangan Anggap Sepele! Serangan Jantung Kini Rawan Mengintai Gen-Z

Senin, 27 April 2026 - 10:40 WIB

Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa Serta Cara Pencegahannya

Rabu, 22 April 2026 - 13:00 WIB

Merasakan Sakit Perut Saat Hamil, Begini Penyebab dan Solusi Mengatasinya

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB