JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Pemerintah Iran dikabarkan menarik diri dari perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat usai Israel melanggar poin-poin yang diajukan pihak Iran.
Dilansir dari kantor berita Pakistan, pada Kamis (09/04/2026), juru bicara negara Pakistan yang akan menjadi tuan rumah perundingan damai antara Iran dan Amerika mengatakan, Iran dilaporkan telah membatalkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan AS dikarenakan ulah Israel yang melanggar poin yang diajukan pihak pemerintah Iran.
Poin yang dilanggar tersebut yaitu selama gencatan senjata selama dua minggu, tidak dperbolehkan pihak AS atau pun Israel untuk menyerang wilayah Lebanon. Tetapi, beberapa jam setelah dimulainya gencatan senjata, pihak Israel secara sadis menghancurkan wilayah Lebanon di tepi barat Israel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan udara yang dilancarkan Israel tersebut menewaskan setidaknya 186 warga sipil dan melukai lebih dari 400 orang, serta puluhan rumah hancur akibat serang udara Iran tersebut.
Dikabarkan sebelumnya, Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk Israel yang melakukan serangan besar-besaran ke Lebanon yang mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan uka-luka, termasuk anak-anak.
“Sekretaris Jendral mengecam keras hilangnya nyawa warga sipil dan sangat khawatir dengan bertambahnya jumlah korban warga sipil,” kata juru bicaranya, Stephene Dujarric, Kamis (09/04/2026).





















