JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Robohnya bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/1/2026) malam menjadi sorotan publik.
Salah satunya ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Pusat Helmi AR. Ia mengatakan peristiwa ini membuka kembali persoalan klasik proyek bangunan publik.
Menurutnya, hal ini terjadi akibat kualitas konstruksi dan lemahnya pengawasan lapangan.
“Bangunan milik pemerintah daerah semestinya menjadi ruang aman bagi masyarakat,” kata Helmi dalam keterangannya Sabtu (24/1/2026).
Helmi menyebut, insiden ini justru memunculkan dugaan adanya kegagalan struktur. Seperti mutu material, metode pengerjaan, hingga pengawasan teknis selama proses pembangunan.
Bahkan Helmi menilai, robohnya gedung ini mencerminkan proyek yang tidak mengedepankan standar keselamatan.
“Bangunan publik tidak boleh runtuh hanya karena hujan dan angin. Ini mengindikasikan pekerjaan yang tidak profesional. Kontraktor dan pengawas harus diperiksa secara menyeluruh,” ujar Helmi.
Helmi menambahkan, runtuhnya GOR Kemayoran menambah daftar bangunan publik yang gagal bertahan menghadapi cuaca ekstrem
Oleh karena itu Helmi mendesak agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan audit menyeluruh.
“Termasuk memeriksa kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan sistem pengawasan lapangan selama proyek berjalan,”ungkapnya.
Selain itu ia juga meminta Inspektorat untuk ikut turun tangan.
Dengan mengusut dugaan pelanggaran, dan memberi sanksi tegas terhadap kontraktor bermasalah.
“Perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan GOR Kemayoran harusnya transparan dan bertanggung jawab atas kejadian ini,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebuah bangunan ambruk sekitar pukul 21.19 WIB Jumat (23/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan ringan disertai angin kencang melanda kawasan Jakarta Pusat.
Atap dan dinding gedung runtuh secara tiba-tiba, menimpa area parkir dan bahkan merusak 11 sepeda motor warga.
Dari kejadian tersebut kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta.
BPBD DKI Jakarta menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor dominan penyebab insiden.
Sementara Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan dan angin kencang terjadi saat bangunan roboh.**








