JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Cuaca ekstrem disertai hujan terus menerus, mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta terkepung oleh genangan air. Salah satunya di kawasan pemukiman warga di kelurahan Bendungan Hilir, RW 01, RT 09, Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat.
Wilayah ini terkena banjir setinggi 20 sentimeter yang disebabkan curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya kali Krukut. Selain itu juga ditemukan turap kali yang belum di sheet pile dan sejumlah titik tanggul yang jebol.
Mendapatkan laporan salah satu di wilayahnya terkena banjir, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bergerak cepat meninjau langsung pemukiman yang terkena banjir. Setelah mengetahui penyebab banjir Arifin segera memerintahkan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat untuk segera melakukan tindakan.
“Saat ini jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat tengah melakukan penanganan darurat dengan menutup titik-titik tanggul yang jebol menggunakan karung pasir. Langkah tersebut dilakukan untuk menahan limpasan air agar tidak terus masuk ke wilayah permukiman,” kata Arifin kepada awak media Jumat (23/1/2026).
“Penanganan darurat sedang berjalan. Penutupan tanggul dilakukan bersama-sama dengan PPSU untuk mengurangi debit air yang meluap,” sambungnya.
Arifin mengungkapkan, selain penanganan tanggul, petugas SDA juga mengerahkan pompa air untuk menyedot genangan di permukiman warga.
Disebutkan, air hasil penyedotan kemudian dialirkan kembali ke Kali Krukut guna mempercepat proses surutnya genangan.
“Hingga saat ini, tidak ada warga yang mengungsi. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan lantai dua bangunan,” ucapnya.
Arifin berharap, kondisi cuaca tetap cerah dan tidak terjadi hujan susulan, serta kiriman air dari wilayah hulu dapat berkurang.
“Kami pastikan, setelah kondisi darurat tertangani, perbaikan permanen terhadap tanggul dan turap Kali Krukut akan dilakukan oleh dinas terkait guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutup Arifin yang didampingi Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami, Lurah Bendungan Hilir Agung Suryansyah Noor beserta Jajaran.**








