Profil 9 Haji yang Siap Ganti Dominasi Kekuatan Bisnis 9 Naga di Indonesia

Profil 9 Haji yang Siap Ganti Dominasi Kekuatan Bisnis 9 Naga di Indonesia

- Author

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 9 Haji vs 9 Naga (Foto: 1st)

Ilustrasi 9 Haji vs 9 Naga (Foto: 1st)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Dominasi bisnis di Indonesia sangat erat kaitannya dengan group pengusaha yang dijuluki 9 naga.

9 naga adalah istilah dari konglomerat berpengaruh dan dominan sejak zaman Presiden Soeharto. Kebanyakan dari mereka berasal dari etnis Tionghoa, yang kontrol sektor strategis Indonesia.

Mereka bangun kerajaan lewat koneksi politik dan akses ekslusif ke proyek pemerintah era orde baru. Meskipun nama 9 naga belum pasti, dan berbeda beda menurut sumbernya. Berikut ini lah nama-nama konglomerat yang masuk dalam daftar julukan 9 naga:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Robert Hartono Pemilik PT Jarum dan BCA
  • Anthoni Salim Pemilik PT Indofood
  • Prayogo Pangestu Pemilik Barito Pasific
  • James Riadi Pemilik Lippo Group

Dari total kekayaan mereka sebesar 3500 trilliun, sama dengan 14 persen PDB Indonesia.

Tapi dominasi mereka sekarang mulai goyah, ada kekuatan baru muncul dari daerah dengan kekuatan bisnis yang berbeda.

9 Haji adalah istilah dari kelompok pengusaha muslim dari daerah yang menguasai bisnis sumber daya alam. Mulai dari batu bara, nikel, kelapa sawit dan pertambangan lainnya.

Mereka diprediksi akan menggantikan dominasi 9 naga yang telah puluhan tahun mendominasi bisnis di Indonesia.

9 Haji Kelompok Bisnis Pengusaha Muslim

Berikut ini nama-nama di kelompok pengusaha muslim yang diprediksi bakal menggantikan dominasi 9 naga.

  1. Haji Isam, mantan sopir truk dari Bone yang jadi raja batu bara Kalimantan Selatan. Pemilik John Group ini diprediski mencapai 50 triliun pertahun. Dia disebut- sebut sebagai the real perintis.
  2. Haji Kalla, dari dinasti otomotif yang kontrol distribusi Toyota dan KIA se-Indonesia Timur. Bisnisnya telah berjalan sejak tahun 1952. Anak Haji Kalla, Yusuf Kalla merupakan mantan wakil presiden, yang membuatnya disebut politikus dan pebisnis paling kuat.
  3. Haji Aksa, pemilik Bosoa Group, produksi semen terbesar dan tersukses di Sulawesi.
  4. Haji Rasyid, Crazy Rich Kalimantan Tengah, pemilik 115.000 hektar kebun kelapa sawit dan jadi perkebunan terbesar di Indonesia, dengan kekayaan $600.000.000,-.
  5. Haji Leman, legenda bisnis Kalsel, yang mulai bisnisnya dari angkutan sungai pada tahun 1966. PT Khasnur miliknya sudah lintas sektor, mulai dari batubara, perkebunan dan pelayaran.
  6. Haji Ijai, pemilik Perusahaan Batu Gunung Mulia yang memproduksi 2 juta ton batubara perbulan.
  7. Haji Anif, dari PT Alam Group, raja kelapa sawit dan memperlebar bisnisnya di bidang property.
  8. Haji Robert, Pemilik Nusa Halmahera Minerals, penakluk tambang emas di gosowong di Maluku Utara.
  9. Haji Ciut, Pemilik perusahaan batubara, minyak bumi dan properti.
Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, PLN Sidoarjo Luncurkan Program Pompanisasi di Banyuasin

Mereka semua itu bukan hanya pengusaha biasa, melainkan game changer peta kekuatan bisnis di Indonesia yang berasal dari daerah. ***

Berita Terkait

Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
Besi Datang Tepat Waktu, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra
Perkembangan Teknologi Mengubah Cara Bank Melayani Nasabah
Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia
Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota
BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Besi Datang Tepat Waktu, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Perkembangan Teknologi Mengubah Cara Bank Melayani Nasabah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:50 WIB