Menu

Mode Gelap

Kab Tangerang

Wabup Intan Nurul Sebut Angka Balita Stunting 2025 di Kabupaten Tangerang Turun Menjadi 7,3 Persen

badge-check


					Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. .(Foto: Porkofim Kab.Tangerang) Perbesar

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. .(Foto: Porkofim Kab.Tangerang)

JEJAKNARASI.ID.KAB.TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan,percepatan penurunan stunting adalah prioritas strategis dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu pihaknya membutuhkan sinergi lintas sektoral.

Intan juga menyebut, angka balita stunting di Kabupaten Tangerang berhasil turun menjadi 7,3% pada 2025, dari 7,7% di tahun sebelumnya. Catatan tersebut  berdasarkan data dari EPPBGM.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. .

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga seperti Bank BJB dan BAZNAS melalui program GENTING,” kata Intan  di Ruang Rapat Ex Litbang Bappeda Provinsi Banten, KP3B Serang, Senin (23/6/2025).

Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang secara konsisten menjalankan 8 aksi konvergensi secara terstruktur, dengan pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta optimalisasi peran desa. Target jangka panjang adalah menurunkan stunting menjadi 14% pada 2029 dan 5% pada 2045.

“Stunting bukan sekadar isu gizi, tetapi persoalan multidimensi yang menyangkut masa depan generasi. Karena itu, evaluasi ini penting untuk menyempurnakan langkah ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Banten, Desta Munggara, menyampaikan bahwa penilaian ini akan berlangsung selama dua hari, dengan tujuan mendapatkan gambaran menyeluruh pelaksanaan 8 aksi konvergensi di setiap daerah.

“Kami ingin melihat sejauh mana aksi telah dilaksanakan dan apa yang perlu diperkuat. Kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan intervensi yang tepat sasaran,” ujar Desta.

Penilaian ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi dan implementasi aksi stunting secara terintegrasi di seluruh wilayah Banten.**

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Bupati Tangerang Ikut Berbagi Kebahagiaan Dengan Anak Yatim di Rangkaian HUT JMSI Ke 6

5 Februari 2026 - 15:44 WIB

Dalam Rangka HUT Ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Baksos Hingga Tanam Pohon di Sungai Cisadane

5 Februari 2026 - 11:44 WIB

Bangun Akhlak Pramuka, 350 Peserta Ikuti Junior Scout Festival di PP Daar el-Huda

27 Januari 2026 - 21:25 WIB

Tinjau Lokasi Banjir di Teluknaga, Bupati Maesyal: Kami Akan Panggil Pihak Pengembang

21 Januari 2026 - 21:00 WIB

Trending di Kab Tangerang